Kamis, 13 Desember 2012

Kisah Nyata Keluarga Yang Terasingkan Di Bogor Timur

Cariu, Bogor Timur tempat dimana sebuah keluarga yang hidup terasingkan dari perkampungan, Keluarga emak Nermi namanya. Emak terpaksa mengucilkan diri dari perkampungan karena ada satu anggota keluarga (Ujang) yang menderita gangguan jiwa.  Ujang namanya, anak kedua dari emak Nermi menderita gangguan jiwa ketika beranjak dewasa, tepat 7 hari setelah kematian ayahnya yang juga menderita gangguan jiwa. Gangguan jiwa yang di derita ujang bersifat destruktif, ujang sering marah, berkelahi dan merusak segala sesuatu yang ada di sekitarnya, itulah mengapa emak memutuskan untuk mengasingkan diri dari masyarakat dan merantai ujang di belakang rumah nya. 

    FOTO :(Ujang) anak mak Nermi yang gangguan jiwa

 Foto : Kondisi rumah keluarga Mak Nermi 80% rusak

Untuk menjajaki rumah mak Nermi, Dari perkampungan kita harus melewati jalan setapak selama kurang lebih 30 menit. Rumah bilik itu dihuni oleh mak Nermi bersama ajab (anak pertama yang bekerja sebagai buruh tani) dan ajat (sang bungsu yang kesehariannya menggembala kambing). Rumah yang di tempati mak Nermi sekeluarga sudah tidak layak di sebut rumah, seluruh bilik yang seharusnya berfungsi sebagai pelindung tidak ada, begitu pula bale bambu dan jendelanya, semua sudah rusak tinggal tiang-tiang dan kerangka rumah saja. Bagian rumah yang bisa di tempati hanya beranda terbuka berukuran 1,5 x3 meter saja. Sebagian di pakai untuk menyimpan perlengkapan dapur, sebagian lagi di pakai untuk menyimpan baju dan tempat tidur. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari si emak harus ke warung di perkampungan penduduk serta ke cimaung untuk mengambil air bersih dengan ember yang jaraknya memang tak dekat.
 FOTO: Relawan kampus peduli saat menuju lokasi


Si emak sendiri mengidap penyakit sesak nafas, kakinya sering kaku seperti membeku dan sering mengalami sakit di kepala yang amat sakit. Dokter yang memeriksa menyebutkan bahwa sakit yang di alami mak Nermi lebih karena beban pikiran yang di tanggung oleh mak nermi.

 Foto : Mak Nermi(kanan) dan relawan kampus peduli (kiri)
Untuk membantu keluarga mak Nermi, Kampus Peduli Bandung berupaya mengumpulkan segenap bantuan baik relawan maupun donatur, Kampung jangkar tempat keluarga “ujang yang terpasung”tinggal adalah target selanjutnya yang akan kampus peduli garap. Ujang akan di bawa ke RSJ Marzuki Mahdi Bogor, emak dan keluarga  akan di buatkan rumah bilik dan warung kecil di perkampungan, sedangkan ajat akan  menjalani pemeriksaan psikologi karena sudah menunjukan gejala kelainan jiwa seperti yang sudah di alami ujang. Menurut psikolog penyakit kejiwaan yang di alami ujang sekeluarga menurun secara genetik, dan dipicu faktor lingkungan yang jauh dari interaksi sosial dengan masyarakat lain.
Selain bantuan untuk keluarga “Ujang yang Terpasung” kampus peduli juga akan menggelar balai pengobatan gratis untuk 300 warga, santunan untuk 56 jompo, motivasi dan santunan untuk 73 anak yatim, bantuan alqur’an untuk 2 pesantren kampung, penyuluhan kesehatan-pendidikan, pasar rakyat dan panggung hiburan. Semua acara itu akan di adakan pada 22 hingga 23 desember 2012, sebagai kado hari ibu bagi mak Nermi salah satunya.
Mari jadikan ini sebagai ladang amal bersama, mari berlomba untuk membantu keluarga ujang yang terpasung untuk mendapatkan kehidupan yang normal seperti manusia kebanyakan.

Salurkan bantuan anda ke rekening :
BNI mochammad iqbal 6248243664
mandiri mochammad iqbal 1300010894791
BCA KCU dago mochammad iqbal 7771155344

atau Anda juga bisa berpartisipasi langsung pada tanggal 22-23 Desember di TKP.

CP V-loggers :
085716698847 (Dede Abdullah)


Rabu, 05 Desember 2012

"Goes Sepeda!" Energi Hemat, Badan pun Sehat


Setiap hari, masyarakat Indonesia menggunakan kendaraan dalam beraktifitas, baik itu kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Kondisi kendaraan umum yang mungkin kurang layak bagi masyarakat indonesia, membuat masyarakat beralih ke kendaraan pribadi. Maka tidak heran, di Bandung saja misalnya, kalangan mahasiswa dan pelajar lebih memilih  menggunakan kendaraan pribadi dibanding menggunakan angkutan umum. Jika semua mahasiswa dan pelajar yang jumlahnya ribuan mengendarai sepeda motor dalam waktu yang bersamaan, dapat kita bayangkan bagaimana kondisi jalanan yang padat dan bahkan macet. 

Padahal ada alternatif lain bagi pelajar dan mahasiswa selain membawa kendaraaan bermotor, yaitu bersepeda. Harga sepeda yang relatif murah dan terjangkau dibandingkan sepeda motor bisa menjadi pilihan yang tepat. Apalagi bagi para mahasiswa yang letak kosannya tidak jauh dari kampus, setidaknya biaya yang biasanya dipakai untuk membeli bahan bakar, bisa dialokasikan ke hal lain yang lebih bermanfaat. Dengan cara bersepeda dalam beraktifitas, secara tidak langsung kita telah menghemat energi, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran tentang adanya krisis energi.

Bersepeda adalah solusi bagi negara kita untuk menghemat energi, peran pemerintah sangat penting untuk menghimbau warganya agar mau bersepeda dalam beraktifitas. Di Purwakarta misalnya, pemerintah mewajibkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menggunakan sepeda saat beraktifitas. Hal ini patut ditiru kabupaten dan kota lainnya untuk melakukan peraturan yang serupa, sehingga krisis energi yang ditakutkan tidak akan terjadi.

Dikalangan mahasiswa, bersepeda ke kampus menjadi tren saat ini. Bukan sekedar gaya-gayaan semata, namun banyak hal positif yang bisa diambil dari bersepeda. Tak heran banyak komunitas sepeda dikalangan mahasiswa yang mengusung tema Go Green pada komunitasnya. Berbagai acarapun banyak dilakukan dengan tema-tema yang berhubungan dengan alam. Hal positif inilah yang patut dikembangkan bagi seluruh masyarakat indonesia dalam menghadapi persolan macet dan tentunya hemat energi. Jadi mari kita goes sepeda dalam beraktifitas......
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut

Copyright © Deja Area | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑