Minggu, 21 April 2013

Komisi X DPR "UN hanya untuk pemetaan 5 tahun sekali !"



Minggu 21/04/2013- Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani mengatakan dalam twitter resminya @rohmani_dpr tentang  masalah yang terjadi didalam pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini. Walau Ujian Nasional telah terlaksana ditingkat SMA beberapa hari yang lalu. Namun segala permasalahan pun muncul pasca Ujian Nasional, beberapa persoalan seperti sejauh mana efektifitas Ujian Nasional dalam mencerdaskan bangsa dipertanyakan. Soal Ujian Nasional memang dirancang sedimikian rupa agar tidak ada kecurangan didalamnya, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengelompokan soal menjadi 20 fariasi soal, hingga pada akhirnya banyak kesalahan fatal saat pelaksanaannya. 

"PKS sejak awal tdk setuju UN u kelulusan. Dan 20 fariasi soal mnjd kndala sendiri" kata Rohmani melalui tweet singkatnya. Tidak hanya itu, dalam micro blogging tersebut Rohmani juga menambahkan bahwa pelaksanaan UN tahun ini merupakan UN terburuk dalam sejarah Indonesia. Tentu saja hal ini hanya memboroskan anggaran negara, Dikutip dari ANTARA-news Mantan anggota Panitia Kerja (Panja) UN Komisi X DPR itu menambahkan pihaknya dari awal sudah mengingatkan prioritas anggaran pendidikan tersebut. Rohmani mengatakan pemerintah belum bisa menentukan prioritas anggaran pendidikan.Menurut beliau, masih banyak alokasi anggaran pendidikan yang tidak bersentuhan langsung dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Ia mengatakan bahwa seharusnya anggaran pendidikan dialokasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan. "Seharusnya setiap satu rupiah yang keluar dari kas negara, harus bisa meningkatkan mutu pendidikan kita," katanya.Ia memberi contoh anggaran UN yang mencapai Rp600 miliar itu. Pihaknya menyesalkan anggaran yang mencapai setengah triliun rupiah itu hanya digunakan untuk menentukan kelulusan siswa. 

Beberapa tweet lainnya pun dikatakan bahwa harus ada peninjauan ulang serta evaluasi menyuluruh terhadap Ujian Nasional tahun ini. Selain itu beliau menambahkan dalam tweetnya yang lain sebenarnya menentukan kelulusan cukup dengan nilai sekolah adapun UN hanya untuk pemetaan pendidikan nasional 5 tahun sekali. Beliau berharap dengan begitu tidak akan ada lagi istilah gagal dalam proses pendidikan di Indonesia. Dej



follow me @de_jangkar :D




Selasa, 19 Februari 2013

kisah nyata, anak 9 tahun tak berdaya dalam ayunan


Mak Rasem (70 tahun) hari itu kembali pergi ke sawah untuk menjadi kuli tandur (buruh tanam padi). Ia merasakan sakit di bagian punggung dan pundaknya. Tapi ia tak punya pilihan lain kecuali tetap menjadi buruh serabutan di sawah untuk menyambung kehidupan keluarganya. Hal ini ia lakukan semenjak setahun silam, ketika pak ekek (70 tahun) suaminya terpaksa berhenti bekerja sebagai penjual kangkung keliling karena kedua matanya yang tiba-tiba buta.


selain bersama Pak Ekek,  Mak Rasem tinggal bersama cucu kesayangannya, Yulia. Gadis sembilan tahun ini mulai tinggal bersama Mak Rasem sejak lima tahun lalu, setelah ibu dan ayahnya meninggal didera sakit paru-paru. Yulia datang saat itu dalam kondisi sakit dan kekurangan gizi. Lima tahun bergulir, tubuh mungil yulia tidak banyak berubah. Kini, usia Yulia sudah sembilan tahun, berat badannya hanya 5,2 kilogram. pergelangan tangannya nyaris sebesar satu jari tangan orang dewasa. Tubuhnya kecil, hanya terlihat tonjolan-tonjolan tulang di sana sini berbalut kulit. Ia tak bisa bicara, tak bisa juga bergerak aktif, hanya menghabiskan sepanjang hidupnya dalam sebuah ayunan bayi dari sebuah kain sarung tua.

Sore itu Mak Rasem bergegas pulang dari sawah, pikirannya kacau. Setibanya di rumah ia terkejut melihat darah keluar cukup banyak dari mulut yulia. Dalam ketidak mengertiannya, ia panik. Mak Rasem membersihkan mulut Yulia. Dengan sedih iapun pergi ke toko obat, mak mersem menceritakan kondisi yulia, ia pun meminta izin untuk berhutang obat karena tak punya uang sepeserpun. Tapi naas, obat yang mak mersem minta tak ada di situ.



Mak Rasem bergegas pulang menemui yulia kembali, tak bisa ku bayangkan bagaimana perasaan mak Rasem saat itu, kalau saja aku jadi dia, mungkin sepanjang jalan pulang akan bercucuran air mata.

Beberapa hari kemudian datanglah seorang calon kepala desa menemui mereka dan memberikan bantuan untuk pengobatan yulia, tak besar, hanya 100rb rupah, tapi dengan uang itu alhamdulillah mak rasem biasa membawa yulia berobat ke seorang bidan. dari sana lah akhirnya proses pengobatan pun di mulai dan informasi tentang yulia mulai menyebar hingga ke telinga relawan kampus peduli.



Pada hari Sabtu, tanggal 17 februari 2013, 7 relawan kampus peduli kembali berangkat ke lokasi setelah sebulan sebelumnya datang untuk survey.
Agak kaget, rumah bilik kumuh itu kini sudah tak ada, berganti dengan rumah baru yang belum tuntas di bangun,  Baru pondasi dan kerangkanya saja yang berdiri. Nampak mak Rasem, pak ekek dan yulia tengah berdiam di depan rumah tetangga yang juga terbuat dari bilik dan berlantai tanah.

dalam percakapan yang mengalir, Spontan  Aku bertanya “mak, bagaimana perasaan emak sekarang?”. Mak Rasem pun menjawab “ kalo sedih ya pasti, emak suka ngelamun, bengong, kadang mikir ke depan nya akan bagaimana ya hidup emak, bagaimana kalau emak meninggal, siapa yang mau merawat yulia? Si kakek sudah tidak bisa melihat, ngasih susu aja suka salah ga ke mulut yulia.”



Kami lalu melanjutkan per berbincangan  bertanya kabar tentang kondisi emak sekeluarga sekarang. Masya Allah, mereka sekarang bahkan tak memiliki sabun dan yang lain nya untuk mandi, pantas saja badan yulia terlihat kotor dan bau, terutama di bagian kepala. Kami pun membagi tim menjadi dua, 1 tim pergi ke kota untuk mebeli buah, susu, bubur bayi, perlengkapan mandi dan obat, sedangkan tim yang lain mencoba tertawa bersama menghibur mak Rasem sambil membantu menggunting kuku yulia yang panjang dan kotor.



mohon do'a, semoga misi bantuan kampus peduli untuk keluarga ini tercapai, mereka terbantu dengan optimal..
rekening bantuan :
BNI 6248243664, Mandiri 1300010894791, BCA 7771155344 a.n Mochammad Iqbal
cp : syahri choirini 0877-2200-2556, confirmasi transfer ke dean 085692111381
alamat mak rasem di kampung cukang galeuh RT 18/05, sindang sari, kutawaluya, karawang


resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut

Copyright © Deja Area | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑